Jenis – Jenis Alumunium dan Pengertiannya

Mungkin masih asing di telinga anda beberapa jenis alumunium yang terdapat di pasaran. Kebanyakan dari kita mengetahui bahan alumunium ketika sudah berupa barang jadi misalnya seperti pintu dan kusen. Namun jika anda ingin menambah wawasan anda maka anda juga perlu tau jenis-jenis alumunium beserta dengan pengertiannya.

Di masa sekolah dulu pembahasan seperti ini jarang sekali dibahas, padahal pembahasan mengenai pembentukan alumunium bisa saja dipelajari di mata pelajaran IPA karena material yang satu ini berasal dari perut bumi. Tepatnya berasal dari magma asam yang sudah mengalami proses pelapukan secara residual. Alumunium (atau bauksit) pertama kalinya diproduksi oleh dua orang ilmuwan yang berasal dari Denmark yaitu Hans Oersted Kristen (ilmuwan fisika) dan ilmuwan kimia Jerman yang bernama Frederich Wohler.

Alumunium merupakan sebuah metal reaktif yang tidak terjadi dengan cara yang alamiah. Maka dari itu, kedua ilmuwan tersebut melakukan proses pencampuran senyawa kimiawi terlebih dahulu sebelum akhirnya bisa menjadikan material mentah bauksit menjadi alumunium.

Tak usah berpanjang-panjang, saya akan langsung menjelaskan jenis-jenis alumunium di bawah ini.

  1. Alumunium Copper Alloy (seri 2xxx)

alumunium-copper-alloyAlumunium jenis ini banyak digunakan untuk alat-alat yang bekerja di tempat temperatur tinggi misalnya pada piston sepeda motor dan silinder head motor. Kebutuhan tersebut membuat alumunium jenis ini mengandung sedikit silicon, besi dan magnesium. Alumunium jenis ini dikenal dengan seri 2017 yang bernama Duralumin dengan bahan campuran yang sudah saya sebutkan sebelumnya.

  1. Alumunium Magnese Alloy (seri 3xxx)

alumunium-magnese-alloyAlumunium jenis ini banyak digunakan untuk pipa dan tangki minyak. Alumunium jenis ini memiliki seri 303 dengan 1,2% Mn yang dibentuk dengan sifat tahan karat dan daya weldability yang sangat baik. Alumunium jenis ini tidak dapat dikeraskan dengan menggunakan heat treatment.

  1. Alumunium Silikon Alloy (seri 4xxx)

alumunium-silikon-alloyAlumunium jenis ini memiliki kandungan 12,5% Si yang mudah ditempa dan memiliki koefisien muai panas  yang sangat rendah.

Dengan kemampuan muainya yang baik maka alumunium jenis ini mudah untuk dibentuk menjadi bahan-bahan material lain. Alumunium jenis ini banyak digunakan untuk piston yang ditempa.

  1. Alumunium Magnesium Alloy (seri 5xxx)

alumunium-magnesium-alloyAlumunium magnesium alloy memiliki sifat tahan korosi yang sangat baik. Seri 5052 dari jenis alumunium ini banyak digunakan untuk bahan bakar pesawat terbang dan campuran minyak.

Sedangkan untuk seri 5005 dari alumunium banyak digunakan sebagai batang profil extrusi dan seri 5050 dipakai sebagai pipa saluran minyak dan gas pada kendaraan.

  1. Alumunium Silicon Magnesium (seri 6xxx)

alumunium-silicon-magnesiumCampuran antara magnesium dan silicon akan membentuk senyawa yang disebut dengan magnesium silisida (Mg2Si). Campuran kedua material ini memberikan kekuatan yang tinggi setelah proses pemanasan (heat treatment).

Jika dibandingkan dengan jenis alumunium lainnya daya tahan karat alumunium jenis ini jelas lebih kuat. Penggunaan alumunium seri 6xxx banyak digunakan untuk piston motor beserta dengan silinder headnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *